Hardware Security Module

Waspada Kebocoran Data Perusahaan Dengan Mengenal Kriptografi dan Hardware Security Module (HSM)

Penting bagi perusahaan untuk melindungi keamanan data agar selalu terjaga kerahasian datanya. Jika terjadi kebocoran data perusahaan, hal tersebut dapat membuat pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkannya untuk tujuan yang berbahaya. Maka, dikembangkan cyber security yang menjadi solusi perlindungan data hingga sistem dari ancaman cyber. Salah satu tools atau alat yang digunakan dalam cyber security adalah kunci kriptografi.

Lalu, tahukah Anda mengenai Kunci Kriptografi?
Kriptografi sendiri berasal dari Bahasa Yunani, yang berarti kryptos dan graphein. Arti dari kryptos adalah rahasia atau tersembunyi, dan graphein memiliki arti menulis. Jadi sederhananya, kriptografi adalah proses menyampaikan dan menulis pesan secara rahasia dan tersembunyi.
Jika dikaitkan dengan pemanfaatan teknologi digital, maka kriptografi memiliki makna sebagai ilmu yang mempelajari teknik enkripsi naskah asli (plaintext) yang dibuat secara acak sehingga dengan penggunaan kunci enkripsi ini naskah tersebut dapat berubah menjadi teks yang sulit dibaca (ciphertext) oleh user yang tidak memiliki kunci deskripsi. Kriptografi merupakan sarana yang umumnya digunakan oleh pengguna sistem keamanan siber dalam melindungi berbagai data penting mereka.

Untuk jenis dari kriptografi sendiri terdapat 3 bagian berdasarkan fungsi nya masing-masing. Berikut adalah penjelasannya.

  1. Hash Function, digunakan untuk meringkas data dan mengirimkan rangkuman mengenai penjelasannya. Jenis kriptografi ini menggunakan algoritma untuk mengambil nilai numerik sebagai input yang akan dirangkum oleh hash system. Dalam metode ini tidak perlu menggunakan kunci apapun karena fungsinya telah disesuaikan untuk mengirimkan data yang bersifat satu arah.
  2. Public Key Cryptography, atau biasa disebut dengan kriptografi kunci publik ini menggunakan dua kunci yang saling berhubungan yaitu kunci publik dan private. Walaupun kunci publik dapat disebarluaskan dengan bebas, namun bila telah digabungkan dengan kunci private maka kode enkripsi dan data yang terdapat dalam kunci akan tetap bersifat rahasia. Public Key Cryptography ini juga dianggap lebih terjamin keamanannya dibandingkan dengan Symmetric Key.
  3. Symmetric Key Cryptography yang biasa kita kenal dengan sebutan kriptografi kunci rahasia. Hal tersebut berarti pengirim dan penerima informasi hanya menggunakan satu kunci saja untuk mengakses enkripsi data dan mendekripsikan berbagai pesan.
    Selain itu, teknik yang digunakan pada kriptografi adalah metode scrambling atau teknik mengubah teks biasa menjadi teks sandi. Teknik tersebut biasa diketahui dengan sebutan enkripsi (encryption) dan dekripsi (decryption).

Seiring dengan perubahan teknik yang digunakan untuk melindungi data, istilah kriptografi pun mulai diperbarui menjadi modern cryptography. Yang dimana tujuan dari modern cryptography ini dapat dijadikan sebagai panduan untuk para cryptographer. Berikut beberapa tujuan nya:

  • Authentication : proses dimana tiap pihak baik pengirim maupun penerima dapat mengetahui identitas dari masing-masing sumber data yang sedang digunakan.
  • Confidentially : fitur informasi yang terlindungi, dimana sistem tidak dapat memberikan akses bagi pihak yang tidak memiliki hak akses atau wewenang.
  • Integrity : fitur dimana data yang telah dikirim dan diterima tidak dapat diedit atau diubah tanpa persetujuan kedua belah pihak yang bersangkutan.
  • Non-Repudiation: situasi dimana pengirim dan penerima tidak dapat mencegah tujuannya untuk mengubah dan menciptakan sebuah informasi.

Hal tersebut sejalan dengan solusi layanan dari Indonesian Cloud yaitu Hardware Security Module. Hardware Security Module (HSM) sendiri merupakan modul keamanan perangkat keras berbasis cloud yang berfungsi untuk menghasilkan, mengakses, dan melindungi materi kunci kriptografi. Kunci yang sudah tersimpan di dalam HSM dapat digunakan untuk mengoperasikan kriptografi. Material kunci tersebut tersimpan dengan aman dalam modul perangkat keras yang dapat menahan kerusakan.
HSM hanya memungkinkan aplikasi yang terautentikasi dan resmi untuk menggunakan kunci. HSM atau Hardware Security Module berbasis cloud ini memungkinkan Anda untuk mencegah kehilangan data dan menggunakan kunci enkripsi sendiri dengan mudah. Hardware Security Module (HSM) juga memungkinkan Anda mengubah ukuran secara fleksibel dengan menambahkan dan menghapus kapasitas HSM sesuai permintaan.

Berikut ini fitur yang terdapat pada Hardware Security Module (HSM) :

  1. Hardware Security Module.
  2. End-to-end Encryption for Web and Mobile App.
  3. Encryption and Key Management.
  4. General Crypto/Service Container.
  5. Data Tokenization.
  6. PKI (Public Key Infrastructure) & Code Signing.
  7. Digital Certificate Key Protection.
  8. Key Management Interoperability Protocol (KMIP).
  9. Virtual Machine Encryption.

Mengapa memilih Hardware Security Module (HSM)? Berikut Kelebihan Hardware Security Module (HSM) :

  1. Melindungi data sensitif at rest, in use dan in motion.
  2. Mengurangi ruang lingkup dan biaya audit kepatuhan.
  3. Mengatasi manajemen dan kepatuhan kunci kriptografi kebutuhan penerapan multi-cloud perusahaan.
  4. Data tokenization, HSM mengkonversi data menjadi “token” yang dapat dikembalikan untuk keamanan penyimpanan data.
  5. Antarmuka universal yang sederhana dengan berbagai bahasa pemrograman, mengurangi upaya pengembangan dan waktu tunggu.
  6. Mengurangi biaya operasional.
  7. Melindungi kunci enkripsi dalam modul keamanan bersertifikasi FIPS 140-2 Level 3 yang tahan terhadap kerusakan.

Demikian penjelasan seputar kriptografi dan solusi layanan Hardware Security Module dari Indonesian Cloud. Jika Anda memiliki pertanyaan dan membutuhkan informasi lebih lanjut terkait Hardware Security Module dapat mengunjungi laman website kami di https://indonesiancloud.com/.

Backup & Restore
Cloud Migration
Content Delivery
Database Migration
Website
Archiving
Cloud Operation

Automotive
Education
Energy
BFSI
Healthcare
Manufacturing
Media
Retail
Communcation
Travel

Enterprise
Public Sector
Government
Small & Medium Business
Startup