Blog

Tips Untuk Mendefinisikan SLA Penyedia Layanan Public Cloud

Salah satu hal yang paling penting dalam memilih layanan Public Cloud adalah Perjanjian Tingkat Layanan atau biasa disebut dengan Service Level Agreement (SLA). Banyak pengambil keputusan di perusahaan memilih layanan Public Cloud tanpa mengikat SLA karena sifat dari penggunaan infrastruktur bersama, yang digunakan oleh penyedia layanan Public Cloud untuk menawarkan solusi Cloud Computingdengan harga yang terjangkau. Banyak penyedia layanan Public Cloud tidak transparan dan berharap pelanggan mereka tidak dapat mengukur service layanan yang diberikan. Model ini tidak sama dengan layanan Colocation dan Managed Service.

Oleh karena itu anda perlu mempertanyakan kualitas yang dikatakan oleh penyedia layanan Public Cloud. Disarankan bagi penyedia layanan Public Cloud harus mendengarkan dan menjawab kekhawatiran pelanggan dalam jangka panjang. Untuk memberikan kepastian yang lebih besar bagi kedua belah pihak dan menghindari pertanyaan dikemudian hari, anda perlu melihat lima rekomendasi berikut:

1.    Dimana Lokasi Data Anda ?

Pertanyaan ini sangat penting untuk menjawab dan menghasilkan ketidaknyamanan bagi mereka yang menyediakan layanan Public Cloud. Panduan prosedur penting untuk mengetahui dimana lokasi data anda secara fisik karena terkait pada kepatuhan peraturan Pemerintah Republik Indonesia Pasal 17 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK bahwa peraturan akan keamanan data harus berada pada wilayah Indonesia. Untuk memastikan ketersediaan layanan Public Cloud, Anda harus tahu dimana lokasi data anda disimpan dan siapa saja yang akan mengaksesnya. Jika data center terletak di luar negeri, tanyakan apakah lokasi datacenter mereka sesuai dengan kebijakan peraturan perusahaan anda, apakah mereka menawarkan layanan backup,dan cara akses dalam hal kasus terjadinya insiden. Semuanya harus dipertanyakan kepada penyedia layanan Public Cloud Anda dan jawaban harus dijelaskan dalam SLA. Perlu diperhatikan juga bahwa mereka menawarkan solusi self-service dan managed service. Pelanggan dapat mengenkripsi data bahkan memilih untuk menyimpan informasi sensitif di dalamnya.

2.    Detail Kontrak

Biasanya SLA yang rinci ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam ketentuan perjanjian. Tapi ada beberapa penyedia layanan Public Cloud yang mengacu pada SLA dengan istilah tertentu di unggah di situs Web. Model ini membawa risiko karena penyedia layanan Public Cloud dapat mengubah aturan SLA, karena tidak ada yang disepakati bersama. Penyedia layanan Public Cloud juga mungkin menemukan kasus bahwa Anda tidak memiliki kewajiban untuk melaporkan perubahan istilah. Hal ini masuk akal bahwa penyedia layanan Public Cloud harus membuat perubahan dalam layanan dan SLA, tapi pelanggan harus diberitahu. Praktek terbaik adalah menetapkan ketentuan yang memungkinkan pelanggan untuk mengakhiri kontrak jika ada perubahan yang tidak dapat diterima yang dibuat oleh penyedia layanan Public Cloud.

3.    Respon Terhadap Layanan

Salah satu manfaat utama dari penggunanan layanan Public Cloud adalah sifat elastis dan kelincahan yang memberikan anda skala dinamis penggunaan IT sesuai dengan kebutuhan Anda. Bukan itu saja Anda perlu tanyakan seberapa cepat respon mereka apabila terjadi isu kendala atau gangguan dan seberapa cepat mereka merespon Anda apabila membutuhkan bantuan mereka. Jika fitur ini penting bagi perusahaan Anda, disarankan untuk membicarakan hal ini dengan penyedia layanan Public Cloud. Banyak penyedia layanan Public Cloud yang lebih fokus pada ketersediaan kapasitas. Kualitas layanan adalah sama pentingnya dengan item tersebut. Jika bisnis anda tergantung pada fitur-fitur baru dengan cepat, misalnya, seberapa cepat penyediaan layanan clouddiberikan maka hal ini harus ditulis dalam kontrak SLA. Sebuah solusi inovatif untuk masalah ini agar membuat penyedia layanan public cloud setuju untuk memonitor secara berkala layanan yang diberikan kepada pelanggan sehingga Anda dapat mengukur kualitas layanan mereka. Jika Anda kehilangan indikator, penyedia layanan Public Cloud mungkin menyarankan perubahan. Hal ini sangat berguna dalam memantau perjanjian tahunan Anda dan baik untuk kedua belah pihak. Memberikan jaminan bahwa penyedia layanan Public Cloud terus memperbaiki dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

4.    Pemberitahuan Masalah Gangguan Keamanan

Gangguan keamanan layanan sangat umum di dunia IT saat ini. Bagi Anda yang menggunakan layanan Public Cloud harus belajar untuk berurusan dengan isu-isu ini saat terjadinya gangguan. Apa yang dikatakan oleh penyedia layanan Public CloudAnda tentang hal ini? Jika bisnis anda berdampak kepada klien/user anda, siapa yang akan memberitahu mereka tentang masalah ini? Masalah ini adalah tema abu-abu dalam banyak kontrak penyedia layanan Public Cloud. Penyedia layanan Public Cloud harus berbagi informasi tentang terjadinya gangguan keamanan dan ancaman sesegera mungkin setelah mereka menemukan masalahnya. Selain itu, jika ada gangguan, penyedia layanan Public Cloud berkewajiban untuk memberitahukan kepada pengguna dan pelanggan yang terkena dampak. Apakah Anda ingin user Anda untuk menerima notifikasi? Mungkin ada user Anda ingin tahu tentang semua kelemahan keamanan dari penyedia layanan Public Cloud anda, bukan hanya jika anda terpengaruh oleh kejadian tersebut Penting bagi anda tahu apa yang terjadi untuk memastikan hal ini tidak akan terjadi dikemudian hari.

5.    Waspada Pada Biaya Tak Terduga

Agility adalah salah satu alasan utama mengapa banyak bisnis mengadopsi layanan Public Cloud. Model ini menawarkan potensi untuk penghematan biaya, tetapi perlu disadari bahwa pengguna layanan Public Cloud sering tidak memperhatikan semua bentuk syarat dan ketentuan pada SLA. Penyedia layanan Public Cloud misalnya menetapkan bahwa jika ada masalah yang dilaporkan oleh pengguna layanan, maka pelanggan akan dikenakan biaya untuk melakukan analisa dan troubleshooting. Penyedia layanan Public Cloud juga membuat perkiraan konservatif dari berapa banyak biaya untuk mentransfer data ke atau dari dalam jaringan Public Cloud mereka. Tetapi ketika layanan ini dilakukan, maka akan ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Bagaimana biaya tersebut dihitung? Anda perlu memiliki orang yang tepat yang terlibat dalam hal mendefinisikan SLA layanan Public Cloud, tentang keamanan data, informasi, legal hukum untuk pelaksana teknis perlu berhati-hati memeriksa semua klausul. Ini adalah cara untuk mengurangi risiko pada bisnis Anda.

Kenalilah siapa Penyedia Layanan Public Cloud Anda, apakah mereka benar-benar memperhatikan layanan yang diberikan atau hanya sekedar memberikan harga murah? J Semuanya kembali dari kebijakan Anda dalam memilih suatu layanan jasa Cloud Computing di Indonesia.
Oleh : Dolly Indra (Infrastructure Solutions Sales Manager)

Share:
0 comments on Tips Untuk Mendefinisikan SLA Penyedia Layanan Public Cloud

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *