Blog

Storage As A Service

Data dapat diibaratkan sebagai sel darah yang berisikan informasi – informasi bisnis yang penting dan krusial bagi seluruh elemen perusahaan. Data yang salah, rusak, atau bahkan hilang dapat mengakibatkan kerugian perusahaan, bahkan terkadang sangat fatal akibatnya. Oleh karena itu didalam infrastruktur IT, sistem storage merupakan appliance yang istilahnya tidak boleh mati dan harus reliable dalam menjaga data.

Seiring dengan berkembangya teknologi dan mobilitas pelaku bisnis, data juga ikut mengalir, bukan hanya dalam lingkungan internal perusahaan, akan tetapi juga ke area publik. Mobilitas dari data yang semakin tinggi membutuhkan infrastruktur IT yang semakin canggih dan tentu saja, semakin mahal. Pada akhirnya hanya menjadi komoditi dari perusahaan yang memiliki dana cukup besar saja.

Perkembangan IT yang mengarah ke cloud computing menyebabkan juga pergeseran metode penyimpanan data ke arah cloud. Dari yang dahulu harus membuat Data Center sendiri yang mahal dan rumit manajemennya, sekarang tinggal berlangganan ke cloud provider dan tinggal menggunakan jasa storagenya. Model hosting data di cloud seperti itu lebih dikenal secara global dengan sebutan Storage-as-a-Service atau STaaS, yang memanfaatkan perkembangan teknologi storage clustering dan virtualisasi dalam perkembangannya.

Cara kerja dari STaaS bisa dikatakan seperti ini :

Platform disediakan oleh cloud provider, syaratnya adalah storage yang dimiliki oleh cloud provider harus memiliki fitur secure multi tenancy. Multi tenancy dalam storagetersebut dapat dibagi–bagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan jumlah tenant/user yang menggunakannya dan setiap user akan saling terisolir satu dengan yang lainnya. Setiap user akan memiliki IP Publik atau IP lokal yang menjadi pintu gerbang untuk mengakses storage mereka, dan untuk akses dapat ditambahkan enkripsi untuk mencegah yang tidak berkepentingan mendapatkan akses.

Hal ini sangat mirip dengan cara kerja secure box yang disediakan oleh bank. Setiap nasabah akan diberikan kunci untuk box mereka dan akses ke ruangan box mereka, mereka tidak perlu tahu siapa pemilik box di sebelah mereka. Penjagaannya pun sangat ketat, pada awal masuk telah ada sekuriti bank yang akan menanyakan keperluan dan tujuan kedatangannya untuk apa. Lalu ada juga CCTV yang merekam semua kejadian yang ada, sehingga tidak ada sedetikpun yang tidak terawasi. Saat masuk ke area secure box juga ada penjaga yang akan menanyakan box nomor berapa yang menjadi milik nasabah, sehingga nasabah tidak akan salah box atau salah ruangan. Kunci yang dimiliki oleh setiap box harus dipastikan unik dan susah untuk ditiru.

Lapisan keamanan yang baik dalam platform Storage as a Service sangat diperlukan untuk menjaga keamananan data user. Pada umumnya lapisan tersebut terdiri dari dua bagian besar: Publik dan User defined security. Lapisan keamanan publik biasanya terdiri dari Firewall, antivirus, dan anti DDOS attack. Semuanya berfungsi untuk menjaga keamanan data terhadap serangan dari publik yang umum terjadi. Pada sisi end user, storage juga harus memiliki keamanan sendiri yang diatur penuh oleh user seperti firewall dan access key. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari akses yang tidak diinginkan dari internal platform.

Apa saja yang menjadi keunggulan dari Storage as a Service (STaaS) ini?

1. Efisiensi biaya IT – dengan model OPEX, sehingga modal dapat ditekan seminim mungkin

2. Fleksibilitas – kebutuhan akan kapasitas dan performa yang semakin naik tidak perlu lagi membuat pusing kepala, kapanpun dibutuhkan tinggal ditambahkan

3. Transfer resiko – resiko infrastruktur yang selama ini menjadi perhatian dari manajemen dapat dialihkan ke provider sehingga IT Manager dapat tidur dengan nyenyak.

4. Kemudahan akses – dengan konsep cloud yang terhubung langsung ke internet maka akses data dapat dilakukan dimanapun anda berada.

5. Secure – mungkin ini yang menjadi paradox, data anda yang ada di data centermungkin tidak seaman data yang ada di cloud, karena data di cloud sudah memiliki standar keamanannya yang sudah diakui oleh global (tidak semua cloud providermemilikinya).

Bisnis akan menghadapi tantangan serius dari persaingan global, sudah bukan waktunya lagi infrastruktur IT menjadi perhatian utama…yang perlu dilakukan adalah bersiap, tapi jangan salah persiapan  🙂

Oleh : Daniel Setyahadi, Sales Manager – IndonesianCloud

Share:
0 comments on Storage As A Service

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *