Blog

SALT – Warna Baru Dunia Digital Untuk Indonesia Baru

  • Posted by Marketing Indonesian Cloud
  • On 6 October 2014

Artikel ini merupakan bagian dari program “Customer Experience” yang digagas oleh Tim Marketing  IndonesianCloud.

Bertempat di Tokio Kitchen, Central Park, Marco Widjojo, Managing Director sekaligus pemilik  PT Ako Media Asia atau lebih dikenal dengan SALT (www.salt.co.id) mendapat kesempatan pertama untuk berbagi cerita tentang bisnis dan pengalamannya menggunakan layanan IndonesianCloud.

Diskusi singkat IndonesianCloud bersama SALT menginspirasi banyak hal, seperti tertuang dalam tulisan di bawah ini.

Filosofi di balik nama SALT

SALT berawal dari passion dan idealisme sebuah visi untuk memajukan dunia digital Indonesia, yang menurut pandangan Marco, teknologi yang digunakan masih tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Setelah 12 tahun di Australia berkecimpung di dunia digital, akhirnya Marco memutuskan untuk kembali ke Indonesia dengan membawa visi dan misi tersebut. Tidak hanya lewat bisnis, Marco pun mencoba memberikan pengaruh yang lebih luas melalui dunia pendidikan dengan menjadi dosen materi digital di sebuah Universitas swasta ternama di Jakarta dan menjadi pemateri di seminar mengenai dunia digital.

Pemilihan nama SALT berdasarkan filosofi garam bahwa sebagaimana makanan akan menjadi hambar tanpa garam begitu juga strategi digital akan menjadi memiliki efek WOW dan dan lebih mutakhir dengan adanya SALT.

Fokus bisnis SALT

SALT memfokuskan diri pada kompetensi di bidang teknologi kreatif. SALT memikirkan bagaimana teknologi bisa membantu ide-ide marketing, bukan sebaliknya, ide-ide marketing menjadi terbatas oleh teknologi tertentu saja. Jadi kalau ada ide-ide kreatif untuk marketing, SALT akan membantu membuat diferensiasi dan memperkuat ide-ide tadi dengan kompetensi yang SALT miliki. Oleh karena itu SALT sering bekerjasama dengan agency digital lain untuk memperkuat ide-ide mereka.

Pada dasarnya layanan konsultasi SALT bisa dikategorikan menjadi 3:

1. User Experience (UX), bagaimana pengguna layanan berinteraksi dengan layanan yang SALT sediakan;

2. Production, pembuatan aplikasi dengan kualitas terbaik untuk meningkatkan user experience: aplikasi web, aplikasi mobile atau lainnya. Sebagian besar tim SALT fokus di sini.

3. Creative, menyediakan produk kreasi digital.

Penggunaan Teknologi Cloud

Di bidang digital marketing, flexibility/scalability adalah kunci utama. Teknologi infrastruktur sebelum Cloud, mulai dari server fisik, Virtual Private Server (VPS) maupun Dedicated Server belum mampu memenuhi kebutuhan marketing yang sulit diprediksi responnya dari masyarakat. Ketika sebuah ide diterima dengan baik oleh masyarakat dan tiba-tiba kebutuhan sumber daya komputasi meningkat tajam, teknologi Cloud mampu mengikuti perubahan kebutuhan dengan cepat. Atau sebaliknya, ketika suatu ide tidak diterima oleh masyarakat, SALT dan pelanggan bisa segera menghentikan program tersebut dengan mudah atau dilanjutkan dengan sumber daya minimal sehingga resiko bisnisnya menjadi lebih kecil. Hasilnya, time-to-market dari setiap ide pun menjadi lebih cepat.

Hal yang kedua dari Cloud adalah reliability. Dengan teknologi Cloud dan jaminan uptime yang lebih tinggi, SALT merasa yakin bahwa solusi teknologi kreatif yang SALT miliki akan terjamin selalu tersedia bagi pelanggan SALT karena terkait langsung dengan brand image mereka.

Dan yang terakhir adalah security. Berbeda dengan kebanyakan orang, SALT merasa bahwa kompetensinya ada di teknologi kreatif digital, bukan di infrastruktur atau yang lain dan SALT memutuskan untuk fokus pada kompetensi utama tersebut. Dan SALT yakin bahwa penyedia layanan Cloud Computing akan memastikan bahwa keamanan data pelanggannya terjamin karena security adalah salah satu kompetensi utama mereka.

Mengapa IndonesianCloud?

Sesuai konsep bisnis SALT yang fokus pada kompetensi utama di bidang teknologi digital kreatif, SALT memilih untuk menyerahkan kompetensi di bidang lain kepada ahlinya. Bahkan di internal perusahaan SALT sendiri, untuk urusan SDM, keuangan, pajak maupun legal, semua dikerjakan oleh pihak ketiga dalam pengurusannya.

Untuk urusan teknologi infrastruktur Cloud, SALT lebih memilih IndonesianCloud karena Indonesian Cloud mampu memberikan dukungan yang SALT butuhkan untuk memberikan layanan berkelas dunia pada pelanggannya. Flexibility/scalability, reliability dan security yang Indonesian Cloud tawarkan sudah memenuhi standar yang SALT tetapkan.

Ketika ada kendala, kapanpun SALT menghubungi tim Helpdesk IndonesianCloud, mereka selalu siap membantu. Orang-orang yang ditempatkan di sana pun bukan hanya orang yang hanya menyampaikan pesan saja, tapi memang memiliki kompetensi teknikal di bidang Cloud sehingga mampu memberikan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan.

Mimpi SALT ke depan

Sesuai dengan visi di awal untuk membangun industri digital di Indonesia, mimpi SALT adalah semua pelaku bisnis bisa memfokuskan diri pada bisnis utama mereka. Sebuah Bank fokus pada layanan perbankan, bukan pada IT atau digital marketing. Produsen fast moving consumer goods fokus pada bagaimana meningkatkan kualitas produk mereka. Sehingga pada akhirnya masing-masing bisa bekerja pada hal-hal yang memang menjadi bisnis utama mereka.

SALT berharap IndonesianCloud terus menerus melakukan penyempurnaan pada layanannya sehingga dapat tetap menjadi partner teknologi dan pilihan terbaik bagi SALT.

Ditulis oleh Dien Muhammad, Infrastruktur Sales Leader IndonesianCloud

Share:
0 comments on SALT – Warna Baru Dunia Digital Untuk Indonesia Baru

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *