Pentingnya Melakukan Backup Data Perusahaan Secara Berkala

Di era digital yang kian canggih ini, sudah seyogyanya perusahaan memiliki strategi atau rencana backup data yang aman. Terlebih lagi untuk data-data atau informasi yang sangat krusial bagi operasional perusahaan.

Sebesar apa pun perusahaan Anda, data adalah aspek esensial. Jika Anda belum memiliki rencana atau strategi yang paten agar data perusahaan Anda aman, ada tiga hal yang harus Anda segera pertimbangkan:

  1. Semua manusia rentan melakukan kesalahan.
  2. Semua sistem komputer bisa crash.
  3. Bencana datang kapan saja, bahkan saat Anda siap sekalipun.

Jika peristiwa seperti salah satu yang disebutkan di atas terjadi, pastikan Anda sudah melakukan backup data dan siap digunakan. Simak penjelasan kami mengenai pentingnya backup data bagi perusahaan.

Kenapa memiliki fasilitas backup dan pemulihan data sangat penting?

Hilangnya data bisa terjadi dengan cara apa pun. Hanya karena Anda pernah beruntung tidak kehilangan banyak properti digital, bukan berarti Anda akan terus-menerus beruntung. Kasus umum dari hilangnya data bisa dari ketidaksengajaan, karyawan, dicuri kompetitor, kerusakan hardware, dan lain-lain. Belum lagi bencana yang bisa terjadi kapan saja seperti banjir, kebakaran, atau secangkir kopi yang tumpah.

Sayangnya, petinggi-petinggi perusahaan kadang masih memiliki pikiran untuk hanya menyimpan data penting di satu tempat dan menganggap remeh backup data. Berikut enam alasan kenapa Anda membutuhkan rencana atau strategi backup dan pemulihan data:

  1. Kegagalan Teknologi

Sepanjang 15 tahun terakhir, kita sudah melihat perubahan besar pada teknnologi yang digunakan, seperti contohnya perusahaan-perusahaan yang menerapkan kini bebas dari penggunaan kertas. Dokumen-dokumen penting pun disimpan secara lokal di hard drive komputer.

Apa masalahnya? Bisa jadi suatu saat hardware komputer rusak atau diserang virus maupun ransomware, hingga laptop yang tiba-tiba mati total. Jika perusahaan Anda sangat bergantung pada data, tentu itu adalah kabar buruk. 

  1. Manusia Bisa Melakukan Kesalahan

Meski setiap bos pasti mengharapkan karyawan-karyawannya sempurna, mereka tetap hanya manusia. Itu artinya mereka juga manusia, sehingga backup dan pemulihan data adalah hal yang krusial. Ini untuk memastikan setiap kesalahan bisa diminimalisir dan dihindari.

Bisa saja karyawan agak mengabaikan langkah penting dari sebuah proses tertentu, atau tanpa sengaja memasukkan data yang salah, hingga tidak sengaja menghapus data. Tentu saja Anda perlu memiliki quality assurance, namun memiliki backup data online juga hal yang sangat penting.

  1. Bencana Alam

Tidak ada yang bisa memprediksi bagaimana alam bekerja, termasuk bencana alam yang bisa datang kapan saja. Bencana alam pun terbukti menjadi salah satu momok untuk infrastruktur IT sebuah perusahaan.

Beragam peristiwa seperti suhu panas atau dingin yang ekstrem, banjir, dan bencana alam lainnya seperti gempa bumi dan angin ribut bisa merusak jalannya operasional perusahaan Anda. Belum lagi hal-hal tidak terduga lainnya seperti mati listrik dan kebakaran yang bisa saja terjadi.

Ketika sebuah perusahaan memiliki solusi backup, mereka tidak perlu terlalu memikirkan kerusakan yang terjadi. Mereka akan dengan mudah menemukan informasi kunci dari data penyimpanan mereka di cloud. Lalu, mereka dapat melanjutkan operasional bisnis seperti biasa. Penggunaan layanan cloud disaster recovery bisa membuat data perusahaan anda tetap aman walaupun terjadi bencana.

  1. Keunggulan atas Kompetitor

Ketika Anda memiliki strategi backup dan pemulihan data, Anda otomatis memiliki keunggulan atas kompetitor-kompetitor Anda yang lain. Ketika Anda bisa memastikan bahwa Anda memiliki rencana backup yang paten, Anda memiliki nilai lebih di mata konsumen dan calon konsumen.

Contoh buruknya adalah TalkTalk yang pada 2015 kehilangan £60 juta akibat peretasan, lalu kehilangan konsumen sebanyak 101.000. Lebih dari 156.000 data yang berisikan informasi pribadi konsumen bisa diretas oleh hacker.

Peretasan masih menjadi musuh besar perusahaan, sehingga jika sebuah perusahaan dapat diretas hacker, itu akan mengurangi kepercayaan konsumen. Tak hanya itu, kepercayaan karyawan, investor, partner, dan calon konsumen juga memudar.

  1. Pencurian

Perusahaan asal Amerika Serikat, Biscom, menemukan bahwa 85% dari karyawannya mencuri informasi dan dokumen perusahaan yang mereka buat sendiri. Jika karyawan tersebut dipecat, mereka mengakui akan memberikan data itu ke kompetitor karena kesal dipecat.

Ketika karyawan tersebut mencuri data, kemungkinan besar mereka akan merugikan bisnis Anda. Itu artinya jika Anda tidak memiliki backup data, data tersebut akan terhapus secara permanen dari sistem perusahaan Anda.

  1. Masa Depan

Biasanya, sebuah perusahaan yang ketinggalan jaman akan tertinggal dari kompetitor-kompetitornya. Menyimpan data secara lokal dan berisiko kehilangan data bukanlah cara yang tepat menjalankan perusahaan.

Backup data secara online bisa membuat Anda dan karyawan mengakses data tersebut kapan saja. Itu artinya Anda dan tim bisa bekerja secara remote, berkolaborasi di dokumen yang sama, dan memastikan integritas dari informasi tersebut.

Salah satu masalah terbesar perusahaan yang gagal mereka meng-upgrade sistem adalah data yang corrupted dan tidak lengkap. Misalnya, tidak jarang kita temukan beberapa karyawan yang memiliki dokumen serupa dengan versi editnya masing-masing. Tentu saja, masing-masing dari mereka percaya bahwa versi merekalah yang paling relevan dan benar.

Tips dalam backup data

Yang jelas, melakukan backup data secara rutin dan proaktif akan membuat Anda lebih tenang apabila terjadi hal-hal yang tidak terduga. Karena hilangnya data bisa terjadi kapan saja dan dengan segala cara, memulai backup data adalah awal yang sempurna. Namun, konsistensi sangat dibutuhkan. Jika bencana terjadi dan backup terakhir Anda adalah enam bulan yang lalu, perusahaan Anda akan kesulitan dalam memulihkan data.

Strategi atau rencana backup Anda juga harus menyertakan mitigasi bencana. Ini akan sangat membantu Anda ketika Anda ingin memulihkan hardware yang rusak secepat mungkin. Manajemen tersebut juga harus termasuk software yang secara otomatis membuat backup dan memulihkannya dari versi backup berbeda.

Tetap memiliki backup secara fisik juga sangat disarankan apabila penyedia cloud Anda sedang down. Sebagai tambahan, 3-2-1 rule adalah hal yang sangat direkomendasikan untuk backup:

  • Buat 3 salinan data Anda.
  • Buat 2 media atau tempat berbeda.
  • 1 salinan yang disimpan di luar (cloud).

Menggunakan layanan backup data di cloud Veeam bisa menjadi solusi efektif dan efisien untuk perusahaan Anda. Layanan Cloud Backup with Veeam adalah solusi perlindungan data secara offsite di sebuah server yang berbeda. Ini penting dilakukan agar data Anda terhindar dari kesalahan yang bisa terjadi di server utama Anda, seperti kesalahan sistem maupun pengguna, peretasan, dan risiko kehilangan data lainnya.

Alasan Perusahaan Sebaiknya tidak Menggunakan Email Gratisan dan Solusinya

Di masa sekarang, email adalah tulang punggung dari setiap perusahaan. Dengan email, Anda bisa dengan mudah berkomunikasi secara internal ke sesama kolega di perusahaan,...

Apa Itu Private Cloud ?

Private cloud  adalah salah satu  jenis layanan  cloud computing yang memiliki kelebihan hampir menyerupai public cloud, yaitu tingkat keamanan data yang baik serta fleksibilitas ...

Share

#Trending

Promosi

Jalani bisnis atau industri anda bersama Indonesian Cloud

Dapatkan tawaran menarik dengan mendaftar ke Newsletter kami.

× Butuh Bantuan? Chat Kami!