Artificial Intelligence

Negara Anggota G7 Mulai Berencana Membuat Regulasi Terkait AI

AI  – Sebagaimana kita ketahui bahwa perkembangan teknologi berkembang sangat cepat, salah satunya teknologi Artificial intelligence (AI). Pada dasarnya Artificial Intelligence sangat membantu banyak pekerjaan manusia dalam segala bidang, seperti dalam bidang Pendidikan, teknologi ini membantu baik pelajar maupun pengajar dalam kegiatan belajar mengajar.

Tidak hanya itu, dalam bidang medis atau Kesehatan, AI dapat membantu untuk melakukan beberapa operasi bedah dengan robot, pengobatan kanker dengan terapi gen, dan masih banyak lagi manfaat AI pada kehidupan sehari-hari.

Tetapi, dibalik banyaknya manfaat AI dalam kehidupan sehari-hari, tidak dapat dipungkiri juga bahwa AI juga dapat menyebabkan kerugian hingga bahaya jika penggunaannya disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab seperti menyebarkan malware, pelanggaran privasi dan masih banyak lagi.

Maka dari itu, Beberapa menteri komunikasi dan telekomunikasi G7 telah sepakat untuk membuat regulasi terkait kecerdasan buatan (AI) berbasis risiko. Regulasi tersebut mengatur pengembangan kecerdasan buatan di tengah pertanyaan dan kekhawatiran terkait privasi dan keamanan siber.

Sebelum masuk ke pembahasan, mari kita ketahui terlebih dahulu mengenai apa itu Artificial Intelligence (AI), berikut penjelasannya.

Artificial Intelligence (AI)

Keren.AI
Keren.AI

Artificial intelligence dalam bahasa Indonesia dapat didefinisikan sebagai kecerdasan buatan, yaitu kemampuan komputer atau mesin untuk meniru atau menampilkan perilaku yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia seperti belajar, memecahkan masalah, dan pengambilan keputusan.

Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan merupakan cabang ilmu komputer yang berkaitan dengan pembuatan sistem yang dapat meniru kemampuan manusia dalam berpikir dan bertindak. Tujuan utama dari AI adalah membuat sistem yang dapat melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti pengenalan suara dan gambar, penerjemahan bahasa, dan pengambilan keputusan.

Teknik-teknik yang digunakan dalam AI antara lain machine learning (pembelajaran mesin), deep learning (pembelajaran dalam jaringan neural yang kompleks), dan natural language processing (pengolahan bahasa alami). AI juga dapat digunakan untuk membuat sistem-sistem otomatisasi, seperti robot dan kendaraan tanpa pengemudi.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan AI semakin pesat dan menjadi topik yang semakin populer di berbagai bidang. AI digunakan dalam industri, layanan finansial, kesehatan, transportasi, dan banyak lagi. Meskipun banyak manfaat yang dapat diberikan oleh AI, juga diperlukan perhatian terhadap etika dan privasi dalam penggunaannya.

Pertemuan G7

Para petinggi di bidang teknologi dari Group of Seven (G7) yang menghadiri pertemuan tersebut di antaranya perwakilan Inggris, Kanada, Uni Eropa, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, serta Amerika Serikat. mereka mengakui bahwa meskipun alat kebijakan untuk mencapai visi dan tujuan bersama untuk AI yang dapat dipercaya mungkin berbeda di antara anggota G7, perjanjian tersebut menetapkan tonggak sejarah terkait bagaimana negara-negara besar akan mengatur AI dalam hal risiko privasi dan keamanan.

Para Menteri G7 mengatakan bahwa “Kami berencana menggelar diskusi mengenai AI generatif di G7 yang dapat membahas topik-topik seperti pengelolaan, bagaimana menjaga hak intelektual seperti hak cipta, transparansi dalam promosi, mengatasi penyebaran informasi palsu,”

Seperti yang dikutip pada VOA, regulasi tersebut wajib “melestarikan lingkungan yang terbuka dan memungkinkan” untuk pengembangan teknologi AI dan didasarkan pada nilai-nilai demokrasi, kata para menteri G7 dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada akhir pertemuan selama dua hari di Jepang.

Negara-negara di seluruh dunia secara khusus berfokus pada popularitas alat AI generatif seperti ChatGPT, sebuah chatbot yang dikembangkan oleh OpenAI yang didukung Microsoft yang telah menjadi aplikasi dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah sejak diluncurkan November 2022 lalu.

Dalam pertemuan tersebut para Menteri G7 mengatakan bahwa “Kami berencana menggelar diskusi mengenai AI generatif di G7 yang dapat membahas topik-topik seperti pengelolaan, bagaimana menjaga hak intelektual seperti hak cipta, transparansi dalam promosi, mengatasi penyebaran informasi palsu,”.

Semoga dengan penjelasan tersebut dapat membantu Anda dalam mengenal lebih dalam mengenai Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Jika ingin melihat artikel lainnya, dapat mengunjungi laman website resmi kami Indonesiancloud.com, dan website VPS kami cloudhostingaja.com Sampai bertemu di artikel selanjutnya ya.