Efektivitas Loan Origination System (LOS) terhadap Kredit Nasabah Bank

Meningkatnya pertumbuhan kredit mendorong lembaga perbankan untuk meningkatkan mutu layanan. Kemajuan teknologi yang kian pesat pun turut menuntut mereka untuk melakukan sejumlah perubahan, termasuk menggunakan Loan Origination System atau LOS dalam kegiatan operasionalnya. Kehadiran LOS dianggap mampu mengikuti tingginya permintaan kredit dari nasabah tanpa menguras biaya maupun performa karyawan. Lalu, apa saja manfaat yang dirasakan dari LOS untuk bank? Seperti apa cara kerja teknologi tersebut untuk memudahkan proses kredit?

Berbagai Manfaat LOS Bagi Perbankan

Secara umum, LOS merupakan sistem atau software berbasis web yang dikembangkan memakai pendekatan workflow. Tujuannya adalah mendukung pemrosesan kredit dan administrasi pembiayaan yang terkomputerisasi. Berbagai tahapan yang disusun sebagai prosedur LOS pun diharapkan mampu membantu nasabah memperoleh kredit dengan lebih cepat, efektif, serta efisien. Penerapan LOS di lembaga perbankan dapat memberikan berbagai manfaat, empat diantaranya mencakup:

  1. Memudahkan pemberian kredit

Lembaga perbankan memang tak mudah dalam memberikan pinjaman atau kredit. Di sisi lain, para nasabah masih mempercayakan mereka meski kini sudah semakin banyak platform yang menyediakan layanan kredit. Maka untuk mengimbanginya, LOS diaplikasikan untuk memproses pengajuan kredit dari nasabah dengan sistem yang lebih cepat dan akurat.

  1. Kecepatan dalam analisis kredit

Analisis kredit bisa dilakukan karyawan di bank atau lembaga sejenis, hanya saja kemampuan mereka terbatas. Pemakaian LOS lantas dianggap mampu membantu mereka dalam mengimbangi jumlah pengajuan yang masuk. Sistem ini akan menganalisis kredit sesuai masing-masing data dalam waktu singkat dan tingkat akurasi tinggi.

  1. Dilengkapi dengan Document Management 

Salah satu faktor yang membuat performa LOS begitu membantu lembaga perbankan adalah keberadaan modul Document Management. Document Management dalam sistem tersebut berfungsi sebagai alat kontrol keberadaan dokumen jaminan dan syarat lain. Dengan begitu, proses analisis kredit untuk pengajuan pinjaman bisa lebih mudah.

  1. Meningkatkan reputasi bank dan layanan pelanggan

Semakin praktis layanan yang diberikan, semakin tingkat kepuasan pelanggan. Kecepatan dan kemudahan yang ditawarkan LOS mampu memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga kepercayaan nasabah dapat terjaga dengan baik. Sementara itu, lembaga perbankan yang mampu menjalankannya pun bakal memperoleh reputasi yang lebih baik.

Tahap-tahap pemrosesan kredit dalam LOS

Seperti yang disebutkan, LOS membutuhkan prosedur untuk menjalankannya. Sejumlah tahap pun disiapkan agar pengajuan kredit dari nasabah dapat dikelola tanpa masalah.

  1. Pre-kualifikasi

Dikenal juga sebagai pre-screening, pre-qualification atau pre-kualifikasi adalah tahap pertama yang dilakukan bank dalam LOS. Bank selaku pihak yang menyediakan pinjaman akan memeriksa setiap persyaratan yang telah dipenuhi nasabah sebagai kreditur. Setiap bank memiliki persyaratan berbeda, tetapi rata-rata di antaranya terdiri atas:

  • Kartu identitas seperti KTP, paspor, dan tanda pengenal resmi lainnya;
  • Status pekerjaan dan bukti penghasilan dari perusahaan;
  • Skor kredit;
  • Pernyataan dari bank dan pinjaman sebelumnya (kalau nasabah pernah mengambil kredit).

Begitu nasabah memberikan dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan, bank akan menerima dan memeriksanya. Dulu, bank melakukannya secara manual. Akan tetapi, sekarang mereka menggunakan software atau sistem seperti LOS untuk memprosesnya. Begitu proses verifikasi selesai, bank akan melanjutkan ke tahap berikutnya.

  1. Pengajuan aplikasi

Tahap aplikasi mengharuskan nasabah menyediakan berbagai informasi yang relevan dengan proses pengajuan kredit yang mereka lakukan. Sementara bank akan mencatat atau merekam setiap detail yang diberikan untuk memutuskan apa nasabah berhak menerima pinjaman atau tidak.

Sebelum kemunculan Loan Origination System, bank membutuhkan waktu lebih lama untuk mengolah data pada tahap aplikasi. Akan tetapi, penggunaan teknologi yang lebih modern, baik lewat LOS maupun platform digital sejenis, telah mempersingkat prosesnya.

Digitalisasi dalam pengajuan kredit ke lembaga perbankan terbukti mengurangi risiko human error, sehingga bank maupun nasabah tak direpotkan dengan perbaikan. Selain itu, nasabah bisa mengirimkan aplikasi pengajuan secara online melalui website maupun aplikasi di smartphone. Fitur-fitur yang lebih spesifik juga membantu nasabah menentukan jenis kredit yang mereka butuhkan

  1. Pemrosesan aplikasi

Pada tahap ini, bank akan memproses informasi dan data yang telah diberikan nasabah. Prosedurnya pun terbilang cukup kompleks, sebab bank akan meminta sejumlah departemen untuk meninjau aplikasi secara saksama. Tujuannya adalah memastikan setiap informasi bersifat valid dan autentik untuk mencegah masalah di kemudian hari.

Departemen yang menangani verifikasi lantas akan menghubungi nasabah apabila mereka harus memperbaiki kesalahan atau melengkapi data yang belum dikumpulkan. Seperti pengajuan aplikasi, tahap ini dulu memerlukan waktu cukup lama, dari beberapa minggu hingga bulan. Syukurnya, LOS telah memangkas proses, sehingga nasabah tak perlu menunggu terlalu lama.

Kemampuan LOS dalam menganalisis adalah salah satu faktor yang membuat tahap pemrosesan berlangsung singkat. Kadang, sistem tersebut memanfaatkan data-data alternatif untuk menilai dokumen yang diberikan nasabah untuk memenuhi persyaratan. LOS dapat secara otomatis menandai dokumen, mengembalikannya kepada nasabah, hingga mengirimkan notifikasi ke departemen yang bersangkutan.

  1. Analisis informasi finansial

      Mengapa kondisi finansial nasabah harus diperiksa? Karena bank tak mau menanggung risiko kredit macet atau kendala lain yang menahan nasabah melunasi cicilan. Sejumlah parameter digunakan untuk menentukan jumlah pinjaman yang nantinya disetujui, termasuk kredit skor dan pengajuan kredit yang pernah nasabah lakukan sebelumnya.

LOS bukan hanya mampu menganalisis, melainkan juga menentukan pengajuan kredit mana yang berhak diterima dan ditolak. Pasalnya kecerdasan buatan yang diaplikasikan dalam sistem ini sudah mampu memeriksa dokumen berdasarkan perbedaan faktor risiko dan skornya. Jadi, bank bisa segera memberikan keputusan kepada nasabah sesuai estimasi.

  1. Pengecekan kualitas dan pemberian kredit

      Pada tahap terakhir, bank akan memeriksa kualitas sebelum mencairkan pinjaman yang diajukan. Mengingat layanan ini sarat akan regulasi, pihak bank akan memastikan setiap tahapnya bebas dari kesalahan dan tetap mengikuti prosedur. Pemeriksaan ulang terhadap aplikasi yang diajukan nasabah pun dilakukan sebelum pencairan dilakukan.

Setelah semua dokumen diperiksa dan disetujui dengan bantuan LOS, bank akan mengabari nasabah kalau pengajuan kredit mereka diterima. Anda mungkin bakal menghadapi prosedur tambahan, tetapi biasanya lebih mudah karena sudah mendapatkan persetujuan dari bank.

Kesimpulan tentang LOS di perbankan

Secara global, sebagian besar lembaga perbankan telah melakukan transformasi digital untuk mendukung kegiatan operasional. LOS, sebagai salah satu teknologi yang digunakan, dianggap mampu meningkatkan workflow hingga pengalaman nasabah selaku pelanggan.

Penerapan LOS sebagai solusi perbankan pun dinilai dapat mengurangi risiko dan mengurangi pengeluaran bank. Bukan cuma itu, perusahaan yang telah mengaplikasikan LOS mempunyai peluang meningkatkan margin profit mereka. Sementara nasabah dapat mengalokasikan pinjaman yang bank cairkan sesuai kebutuhan tanpa mencemaskan kendala selama masa kredit berlangsung.

Demikian penjelasan seputar Loan Origination System (LOS) beserta manfaat dan tahap-tahap yang dilewati. Semoga informasi ini menambah wawasan Anda seputar dunia perbankan, khususnya sistem dalam pengajuan pinjaman. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi laman website kami https://indonesiancloud.com/product-solution/loan-origination-system/

Backup & Restore
Cloud Migration
Content Delivery
Database Migration
Website
Archiving
Cloud Operation

Automotive
Education
Energy
BFSI
Healthcare
Manufacturing
Media
Retail
Communcation
Travel

Enterprise
Public Sector
Government
Small & Medium Business
Startup