Cloud Computing (Komputasi Awan)

Sering praktisi dan pengguna IT mendengar istilah “Cloud Computing“. Bagi penulis Cloud Computing memiliki pengertian sederhana, yaitu “Jasa”. Analogi sederhana dari Cloud Computing ini (saya dapatkan dari rekan saya), sama saja seperti layanan penyediaan listrik di perumahan atau perkantoran. Untuk mendapatkan jasa listrik, anda hanya perlu datang ke kantor pelayanan PLN dan melakukan pendaftaran sebagai pengguna listrik. Beberapa hari kedepan, rumah anda sudah bisa menikmati jasa layanan dari listrik tersebut. Jadi anda tidak perlu repot dan berfikir dengan keras, “Bagaimana caranya saya membangun pembangkit listrik sendiri?”

Konsep Cloud Computing ini mulai diperkenalkan pada zaman Server Mainframe sekitar tahun 1950-an. Pada saat itu Server Mainframe diperkenalkan sebagai semua mesin yang memiliki perangkat keras yang bisa memenuhi sebuah ruangan (karena teknologi saat itu masih menggunakan transistor sebesar jempol tangan). Faktor biaya dan pemeliharaan Server Mainframe menyebabkan organisasi tersebut mengaplikasikan konsep “sharing resource“, dimana pengguna bisa menggunakan server Mainframe ini secara bersamaan dengan cara, berbagi daya komputasi dan data. Pengguna bisa mengakses server Mainframe ini dari terminal mereka masing-masing.

Virtualisasi tidak akan lepas dari cloud computing. Salah satu karakteristik cloud computing yang merupakan turunan dari virtualisasi ini adalah elastisitas dan fleksibilitas. Pengguna bisa menggunakan cloud computing dalam jangka waktu yang pendek sekalipun dan bisa dengan mudah menambah atau mengurangi resourcecomputing mereka. Sebagai contoh, untuk memenuhi kebutuhan trial atau development sebuah aplikasi yang hanya membutuhkan computing resource dalam 2-3 minggu lamanya. Hal ini akan sulit jika pengguna masih menggunakan server fisik karena justifikasinya akan kurang bisa diukur bagi managemen organisasi tersebut.

Konektivitas memiliki peranan penting dalam cloud computing. Private cloud tentunya tidak akan banyak mengalami permasalahan konektivitas karena masih berada dalam satu jaringan lokal (LAN). Bagi Public Cloud dan Hybrid Cloud, internet biasanya digunakan sebagai jalur konektivitas pengguna dan cloudnya. Beberapa pengguna bahkan menggunakan jaringan sendiri (WAN) agar bisa terkoneksi dengan public cloud mereka.

Seiring perkembangan teknologi cloud computing, kita juga mengenal beberapa model implementasi cloud computing. Model implementasi cloud computing ini biasanya dikenal sebagai private cloud, public cloud dan hybrid cloud. Private cloud dibangun oleh organisasi yang masih mengharuskan/menginginkan sumber daya komputasi mereka berada dalam koridor kekuasaan organisasi itu sendiri. Hal ini dapat terjadi karena kebijakan organisasi dalam hal penanganan data TI. Public Cloud adalah cloudyang bisa diakses oleh banyak organisasi dengan menerapkan infrastuktur “Logically separated, physically shared”, masing-masing organisasi tidak akan bisa saling berkomunikasi walaupun organisasi-organisasi tersebut menggunakan server fisik yang sama. Hal ini dimungkinkan dengan konsep “logical partition” yang ada pada teknologi virtualisasi. Hybrid cloud merupakan gabungan dari private dan public cloud. Contohnya adalah jika sebuah organisasi yang sudah memiliki private cloud, memiliki Disaster Recovery (datacenter sekunder) pada sebuah provider cloud.

 

Oleh : Garibaldi

Satu Hari Menjadi VMware Engineer di Indonesian Cloud

Seperti biasa pagi hari menembus jalanan Jakarta untuk menuju kantor. Jam setengah tujuh lebih sedikit sudah sampai di kantor, sarapan pagi dulu lalu mulailah...

Pentingnya Disaster Recovery as a Service untuk Perusahaan

“Sedia payung sebelum hujan”, waspada sebelum musibah datang. Peribahasa ini pas digunakan untuk situasi apapun, termasuk untuk seluruh pelaku bisnis yang memiliki data-data operasional...

Share

#Trending

Promosi

NgabuburIT With IndonesianCloud – Is Your IT Secure?

JUNE 8, 2017 Baru-baru ini sebuah serangan siber menghebohkan dunia, WannaCry, ratusan negara terkena dampak ransomware  yang mengunci computer ini, Indonesia pun terkena dampaknya. Ransomware adalah nama atau istilah umum...

KEMP Workshop Cloud Migration: Why Do It Now?

Workshop ini terselengara atas kerjasama IndonesianCloud dengan KEMP Technologies yang di wakilkan oleh Mr. Keith Chua, Inside Territory Account Manager untuk regional APAC dan...

Cloud Computing (Komputasi Awan)

Sering praktisi dan pengguna IT mendengar istilah “Cloud Computing“. Bagi penulis Cloud Computing memiliki pengertian sederhana, yaitu “Jasa”. Analogi sederhana dari Cloud Computing ini...

SALT – Warna Baru Dunia Digital Untuk Indonesia Baru

Artikel ini merupakan bagian dari program “Customer Experience” yang digagas oleh Tim Marketing  IndonesianCloud. Bertempat di Tokio Kitchen, Central Park, Marco Widjojo, Managing Director sekaligus...

Layanan Cloud IndonesianCloud Resmi Menjadi Certified Cloud And Service Provider Dari Red Hat

JAKARTA, INDONESIA 26 AGUSTUS 2016   Agar tetap kompetitif, perusahaan perlu untuk memikirkan bagaimana memberikan produk dan layanan berkualitas tinggi bagi pasar secara cepat, aman...

Jalani bisnis atau industri anda bersama Indonesian Cloud

Dapatkan tawaran menarik dengan mendaftar ke Newsletter kami.

× Butuh Bantuan? Chat Kami!