Blog

VMware Virtual SAN

Selama lebih dari 6 bulan kita telah mendengar banyak mengenai solusi VMware Virtual SAN yang meramaikan industri melalui platform Software Defined Storage. Tetapi apa sebenarnya dan mengapa anda harus menggunakan Virtual SAN daripada penyimpanan data tradisional? Jika anda mengamati industri penyimpanan data, tidak banyak perubahan dalam 10-15 tahun terakhir.  Pada kenyataannya, kita memiliki dual controller subsystems dengan disk, RAID arrays, hot spares, dan cache. Teknologi seperti SSD dan auto-tiering telah diusahakan untuk membuat penyimpanan lebih cepat dan teknologi seperti provisioning, duplikasi, dan kompresi telah diusahakan untuk membuat kinerja penyimpanan lebih efisien. Faktanya hal tersebut hanya memperpanjang kegunaan arsitektur yang sudah tua. Bahkan hybrid yang lebih modern atau flash arrays merupakan arsitektur kuno dengan disk yang lebih cepat.

Pengaruh teknologi “cloud”, saat ini orang terbiasa dengan sistem yang memperluassebuah model terdistribusi untuk menjamin perlindungan data (contoh multiple copy di tempat-tempat yang berbeda). Sehingga sudah semestinya  jika arsitektur berbasis cloud akhirnya menemukan jalannya menjadi penyimpanan data mainstream.

VMware Virtual SAN & hyper-converged compute systems memiliki ciri-ciri umum seperti arsitektur cloud, dimana parity based RAID tidak lagi digunakan sebagai metode redundansi data bahkan model perlindungan data terdistribusi mempengaruhi ketersediaan data/daya tahan, kinerja, dan ketahanan. Arsitektur ini, secara substansial lebih terpercaya dapat diandalkan jika dibandingkan dengan penyimpanan data tradisional, terutama dikarenakan penyederhanaan ketersediaan data (dengan algoritma RAID yang kompleks), juga dikarenakan terdistribusi secara fisik, secara keseluruhan menghilangkan poin-poin kelemahan yang melekat pada penyimpanan data tradisional. Saya masih ingat sejumlah kegagalan dual controller atau  RAID double disk yang pernah saya tangani dalam perjalanan karir saya. Hal tersebut adalah kegagalan yang seharusnya tidak perlu terjadi tetapi biasa terjadi. Karena itulah mengapa arsitektur warisan “yang didesain untuk tidak gagal” tampaknya mulai usang danmengapa arsitektur model baru “design untuk kegagalan” diperlukan.

Jika mempertimbangkan platform penyimpanan data masa depan anda, maka keputusan harus dibuat, akankah anda bertahan dengan sistem konvensional atau menggunakan sistem yang baru. Sistem konvensional sudah lebih dikenal dengan baik termasuk kelebihan dan kekurangannya. Organisasi yang memilih menggunakan sistem konvensional, berarti mereka membeli hot spare disks, atau menggunakan non-parity/double parity RAID. Bekerja dengan beberapa kekurangan akan menyebabkan anda memiliki efisiensi yang rendah dan memicu ketidakseimbangan dari sisi finansial. Sedangkan jika menggunakan sistem baru yang berdasarkan komoditi hardware (disk, SSD) yang dikonfigurasikan dalam model duplikasi terdistribusi, dimana data multiple copy secara transparan terpisah secara fisikal/independent nodes. Arsitektur “shared nothing” ini tidak rentan terhadap kegagalan dalam satu node, bahkan dua node, sebagai data yang didistribusikan dalam banyak node.

VMware Virtual SAN menggunakan model arsitektur ini dan mengintegrasikannya dengan VMware hypervisor, sehingga dapat menyediakan platform penyimpanan data yang telah dioptimasi untuk dapat berjalan pada server virtual. Karena sifatnya yang sangat terintegrasi, Virtual SAN memberikan kapabilitas VM centric yang tidak dapat diberikan oleh platform penyimpanan data konvensional, seperti fitur replikasi per-VM, atau Snapshot perVM. Juga dikarenakan Virtual SAN berjalan dalam hypervisor, akan mengurangi keterlibatan tim teknis jika dibandingkan dengan aplikasi virtual seperti yang sering ditemukan pada solusi komputasi hyper-converged.

Jika melihat dari sisi ekonomi Virtual SAN, banyak variable yang harus dipertimbangkan, termasuk memastikan ketersediaan, kinerja, dan fitur-fitur seperti layanan penyimpanan data tradisional, atau dengan ekploitasi kemampuan baru dengan mengaktifkan Virtual SAN untuk meningkatkan layanan penyimpanan data. Sebagai aturan yang baku, menyediakan environment seperti penyimpanan data dengan Virtual SAN akan menghemat CAPEX antara 30-40%, atau sebagai alternatif, dengan membelanjakan modal dengan jumlah yang sama seperti yang diharapkan pada layanan penyimpanan data tradisional namun kapabilitas yang diberikan Virtual SAN jauh lebih baik.

Secara operasional, Virtual SAN menggunakan pendekatan “less is best”, maksudnya dengan menghilangkan RAID arrays tradisional, LUN dan pemetaan penyimpanan data, secara signifikan mengurangi kebutuhan akan spesialis administrator penyimpanan data. Sebaliknya, administrator VMware dapat menyediakan VM-VM secara langsung dalam Vmware hypervisor, dengan melakukan provisioning  tunggal yang dilakukan di dalam VMware dan dalam platform Virtual SAN. Selanjutnya, dengan memindahkan perlindungan data yang penting seperti Snapshots dan Replikasi, dari tingkat LUN ke tingkat VM, memberikan pendekatan yang lebih granular dan dapat dikendalikan. Hal ini dapat mengurangi pengeluaran untuk pengelolaan multiple LUN dengan kapabilitas yang berbeda, dan juga mengurangi jumlah kapasitas “kosong” yang ada di setiap LUN.

Pada akhirnya, untuk memiliki platform penyimpanan data yang dapat menyesuaikan “permintaan” yang disesuaikan dengan perubahan model pemakaian penyimpanan data (organic growth + project growth), dalam hal performa dan kapasitas, mengurangi dari resiko pembelian yang sia-sia. Pembelian yang sia-sia terjadi karena perusahaan perlu mengurangi pembelanjaan modal awal, sehingga pembelian penyimpanan data konvensional hanya sebesar yang perusahaan pikir diperlukan. Jika pertumbuhan bisnis melebihi ekspektasi, platform penyimpanan data harus diganti sebelum masa efektifnya berakhir (siklus penyusutan). Dengan Virtual SAN, model scale-outdirancang sesuai pertumbuhan, ketahanan, kapasitas, dan performa yang independen satu sama lain. Kapasitas tambahan menyesuaikan drives yang lebih besar, performa tambahan menyesuaikan dengan SSD, dan penambahan ketahanan menyesuaikan dengan node. Penambahan atau pengurangan bersifat linier, tanpa biaya tambahan atau degradasi yang dihasilkan dari model scale-out.

Kesimpulannya, saat ini dengan model Cloud Computing, dan didukung oleh model pembayaran pay-as-you-grow, arsitektur penyimpanan data tradisional akan sulit bertahan agar tetap dipakai. Teknologi seperti VMware Virtual SAN memiliki pembedaan yang sangat besar dimana dapat menyelaraskan konsumsi bisnis atau model finansial yang jauh lebih baik. Hal inilah yang membuat VMware Virtual SAN menjadi pilihan tepat dan logis bagi platform komputasi generasi saat ini dan masa depan.

Oleh: Neil Cresswell (CEO IndonesianCloud), Mahfud Azhary (Consulting & Engineering Director)

Share:
0 comments on VMware Virtual SAN

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *