Pengertian Dan Fungsi Dari Load Balancer

Sebuah load balancer dapat secara cerdas mendistribusikan traffic dari klien ke beberapa server tanpa mengharuskan klien tahu ada berapa server yang sedang digunakan, atau bagaimana server dikonfigurasi. Pasalnya, load balancer ada di antara klien dan server, sehingga mampu meningkatkan user experience dengan menambahkan performa, keamanan, ketahanan, dan menyederhanakan penskalaan website.

Klien mengoneksikan URL tunggal (contohnya www.abcdefg.com) dan sebuah load balancer akan menjaga konektivitas dan memutuskan server mana yang mampu melayani klien dengan optimal. Load balancer mampu mendeteksi server mana yang sedang tidak sibuk, koneksi paling sedikit, waktu respons terbaik, dan lain-lain.

Load balancer mengatur flow informasi antara server dengan perangkat, contohnya PC, laptop, tablet, atau smartphone. Servernya bisa on-premise, di data center, atau public cloud. Load balancer membantu server-server tersebut mentransfer data secara efisien, dan mengoptimalkan penggunaan aplikasi pengiriman sumber daya sehingga terhindar dari server yang overload.

Load Balancer dan Keamanan

Load balancer memiliki peran penting terhadap keamanan karena komputasi secara umum mulai bergerak sepenuhnya ke cloud. Fungsi off-load dari sebuah load balancer mampu memertahankan sebuah organisasi atau perusahaan dari serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS). Serangan DDoS merepresentasi porsi besar cybercrime karena jumlah dan ukurannya yang terus bertumbuh.

Keamanan hardware seperti firewall perimeter bisa sangat mahal dan membutuhkan maintenance yang cukup signifikan. Software load balancer dengan cloud offload mampu memberikan proteksi yang efisien dan efektif, termasuk dari sisi biaya.

Algoritma Load Balancer

Secara umum, terdapat beragam metode load balancer yang bisa menggunakan algoritma berbeda berdasarkan situasi.

  1. Least Connection: Traffic langsung ke server dengan koneksi aktif sedikit mungkin. Paling berguna ketika terdapat koneksi dalam jumlah besar di traffic yang terdistribusi secara tidak seimbang di antara server-server.
  2. Least Response Time: Traffic langsung ke server dengan koneksi aktif paling sedikit dan waktu respons dengan rata-rata terendah.
  3. Round Robin: Merotasi server dengan mengarahkan traffic ke server yang pertama tersedia, lalu memindahkan server tersebut ke bawah dari antrean. Paling berguna saat server-server dengan spesifikasi serupa dan tidak banyak terdapat koneksi yang persisten.
  4. IP Hash: Alamat IP dari klien menentukan server mana yang akan menerima permintaan.

Di masa sekarang, load balancer sudah menjadi kebutuhan karena aplikasi-aplikasi berubah lebih kompleks, permintaan user bertambah, dan volume traffic meningkat. Load balancer juga dapat membuat perusahaan membangun jaringan fleksibel yang bisa memenuhi tantangan-tantangan baru tanpa khawatir soal keamanan, layanan, hingga performa.

Kelebihan Load Balancer

  1. Keamanan

Sebuah load balancer mampu menambahkan layer keamanan kepada website Anda, tanpa harus ada perubahan yang dibuat.

  • Melindungi aplikasi dari ancaman: Web Application Firewall (WAF) di dalam load balancer akan menjaga website Anda dari peretas.
  • Mengautentifikasi akses pengguna: Load balancer akan meminta username dan password sebelum mengizinkan akses ke website Anda untuk melindungi dari akses yang tidak memiliki otoritas.
  • Melindungi dari serangan DDoS: Load balancer bisa mendeteksi dan melawan traffic DDoS sebelum serangan datang ke website Anda.
  • Menyederhanakan kepatuhan PCI: Jika Anda menggunakan kartu kredit, Anda harus mematuhi regulasi Payment Card Industry (PCI). Sebuah load balancer akan menyederhanakan kepatuhan terhadap regulasi PCI.
  1. Performa

Load balancer bisa mengurangi load di web server Anda dan mengoptimalkan traffic untuk user experience yang lebih baik.

  • SSL offload: Menjaga traffic dengan Secure Sockets Layer (SSL) pada load balancer mampu menghapus overhead dari web server sehingga sumber daya yang ada akan menjadi lebih banyak untuk website Anda.
  • Kompresi traffic: Sebuah load balancer mampu mengompres traffic website sehingga pengunjung memiliki user experience lebih baik ketika sedang mengakses.
  • Traffic caching: Sebuah load balancer akan menyimpan salinan elemen website Anda seperti gambar, video, sehingga pengiriman konten akan terjadi lebih cepat kepada para pengakses website.
  • HTTP 2.0 support: HTTP 2.0 adalah peningkatan dari protokol HTTP yang akan menghasilkan website lebih cepat. Sebuah load balancer bisa mengomunikasikan dengan klien menggunakan HTTP 2.0, walaupun tidak di-support oleh web server Anda.
  1. Ketahanan

Load balancer mampu mengakomodasi komponen-komponen yang gagal atau yang memiliki performa buruk secara transparan, sehingga menjaga user experience tetap positif.

  • Tetap memberikan pelayanan meski web server down:Jika salah satu web server down, load balancer bisa terus memberikan layanan secara transparan kepada server, tanpa ada dampak ke pengguna.
  • Mengatasi server sibuk: Jika web server sibuk, load balancer bisa mendeteksi hal ini dan mengalihkan traffic ke server yang sedang tidak sibuk.
  • Website memiliki availability tinggi: Load balancer bisa di-deploy secara berpasangan sehingga jika satu load balancer sedang bermasalah, yang lainnya bisa mengambil alih dengan cepat tanpa berdampak apa-apa pada pengguna.
  • Menyederhanakan pemulihan bencana: Jika Anda memiliki sebuah aplikasi di beberapa situs sebagai pemulihan bencana, load balancer bisa mendeteksi situs yang down dan mengalihkan pengguna ke situs alternatif.
  1. Skalabilitas

Load balancer mempermudah perubahan infrastruktur server tanpa mengganggu pelayanan ke pengguna.

  • Mempermudah penambahan server: Jika Anda butuh menambahkan kapasitas website, ini bisa mudah dilakukan dengan menambahkan server pada load balancer. Load balancer akan menyediakan kapasitas tersebut secara transparan kepada pengguna.
  • Cloud auto-scaling: JIka website Anda dipasang di cloud dan ingin disesuaikan sesuai kebutuhan, load balancer dapat menyederhanakan proses tersebut tanpa perubahan dari sisi klien.
  • Menghindari upgrade yang menggangu: Dengan adanya load balancer, kapasitas bisa mudah ditambahkan dengan tambahan server, ketimbang meng-upgrade server yang ada karena dapat sangat mahal dan akan ada downtime.

Mengingat penting untuk jalannya bisnis sehingga menghasilkan user experience yang optimal, segera gunakan load balancer yang ada di Indonesian Cloud. Kami menyediakan mulai dari Kemp Load Balancer, NGINX Load Balancer, hingga F5 Load Balancer.

Ancaman Cyber Terhadap Kesinambungan Bisnis Anda (Cyber Security and Business Continuity)

Kesinambungan bisnis tengah menjadi fokus para petinggi perusahaan, sebab mereka harus menemukan cara agar semuanya tetap berjalan normal di tengah pandemi COVID-19. Kesinambungan bisnis...

On Premise vs. Cloud: mana infrastruktur IT yang tepat untuk rumah sakit ?

Berbicara tentang Hospital Management Software (HMS), perangkat lunak untuk rumah sakit atau klinik, pilihannya ada banyak untuk menjawab solusi yang beragam. Beberapa rumah sakit...

Share

#Trending

Promosi

Jalani bisnis atau industri anda bersama Indonesian Cloud

Dapatkan tawaran menarik dengan mendaftar ke Newsletter kami.