Pembelajaran Menggunakan Laboratorium Virtual

Di tengah pandemi COVID-19 yang masih belum bisa diprediksi kapan berakhirnya, para akademisi tengah menggodok cara tetap produktif. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan laboratorium sains secara virtual.

Apa itu virtual laboratorium dan simulasi?

Laboratorium virtual adalah sebuah lingkungan interaktif untuk menciptakan sekaligus mengadakan eksperimen. Ini termasuk melakukan eksperimen dengan program simulasi yang bergantung pada domain. Ya, teknologi virtual reality bisa diadaptasi untuk menciptakan laboratorium virtual untuk mensimulasi proses dan aksi seperti di laboratorium fisik. Atau dengan kata lain, laboratorium virtual adalah cara terjangkau untuk sekolah atau universitas mendapatkan laboratorium untuk segala jenis subjek.

Pengajar menggunakan teknologi yang canggih untuk menghadirkan sederet proses eksperimen yang akan membuahkan hasil otentik layaknya di laboratorium fisik. Contohnya, pengajar bisa mengutak-atik peralatan laboratorium yang memiliki fungsi serupa seperti di dunia nyata.

Laboratorium virtual menawarkan pengguna khususnya guru dan pelajar, sebuah pengalaman belajar yang mungkin tidak praktis di kelas fisik. Pengguna dapat mendesain, mengembangkan, dan mencapai eksperimen yang mensimulasikan pengalaman maupun proses dalam konteks yang nyata. Seluruh pelajar bisa terlibat di seluruh prosesnya, tidak seperti di laboratorium fisik di mana hanya beberapa pelajar yang bisa melakukan proses serupa seperti guru.

Laboratorium virtual vs laboratorium fisik

Dibandingkan dengan laboratorium fisik yang jelas memiliki ruang terbatas, laboratorium virtual bisa digunakan untuk menunjukkan teknologi-teknologi seperti proyektor interaktif di seluruh kelasnya. Pengguna bisa menerapkan laboratorium virtual sebagai fasilitas pelengkap atau mandiri. Laboratorium virtual mandiri bisa digunakan ketika laboratorium fisik tidak mampu memfasilitasi eksperimen karena keterbatasan sumber daya.

Laboratorium virtual bahkan lebih efisien, signifikan, dan terjangkau untuk institusi-institusi pendidikan di negara berkembang, sebab fasilitas yang ada di laboratorium fisik kadang masih langka. Meskipun sudah banyak yang memiliki laboratorium fisik, fasilitas yang ada belum lengkap sehingga potensi pembelajaran menjadi kurang optimal.

Motivasi riset dan desain

Para pendesain dari laboratorium virtual sangat termotivasi dalam menciptakan fitur-fitur spesial yang bisa meningkatkan produktivitas. Penggunaan multimedia sebagai pembelajaran seperti animasi, video, demonstrasi, sudah pasti tertanam di laboratorium virtual.

Desainer mengandalkan  eksperimen realistis dan representasi analogi untuk membangun pemahaman yang lebih baik tentang materi pembelajaran. Mereka juga mempertimbangkan efektivitas biaya, kemampuan fitur untuk berbagai pengaturan pembelajaran, dan bagaimana fitur tersebut bisa bekerja di browser, sistem operasi, dan perangkat yang berbeda.

Biasanya, sebuah fitur dari simulasi bergantung pada sosio-budaya yang mempengaruhi norma dan praktik konvensional. Misalnya, tujuan dari laboratorium virtual untuk universitas adalah agar institusi tersebut memiliki dunia virtual dari pendidikan sains.

Spesifikasi laboratorium virtual

Dalam beberapa kasus, laboratorium virtual yang didesain dengan paripurna dimulai dengan konsep sejarah, eksperimen dasar, dan model untuk mempelajari prinsip universal dari materi pembelajaran. Lalu, konsep tersebut diikuti oleh animasi, galeri, video, demonstrasi, praktik, dan pemecahan masalah.

Juga tertanam penilaian dinamis dan mekanisme feedback yang dapat membuat pelajar memetakan eksperimen untuk membuktikan, mengonfirmasi, atau menguji pemahaman mereka. Sebagai contoh, ada workbench dengan sumber daya dan panduan instruksional untuk penghitungan zat-zat untuk bidang kimia.

Setiap laboratorium virtual diakhiri dengan bibliografi dan hyperlink ke sumber daya lain untuk pembejalaran lebih lanjut. Pelajar dapat mem-bookmark situs laboratorium virtual atau menambahkannya ke portfolio kursus mereka. Pelajar tidak hanya membaca tentang “otak” di balik eksperimen ini, tapi mereka juga mendapatkan pengalaman praktik dari para ahli secara langsung.

Contoh laboratorium virtual 

  • Merlot menawarkan fakultas akademik, pelajar, dan institusi pendidikan dengan database luas mulai dari laboratorium virtual fisika, matematika, dan teknik.
  • Molecular Workbench menyediakan secara gratis dan laboratorium virtual open source dengan ribuan simulasi pengajaran dan pembelajaran untuk segala macam disiplin, termasuk biologi, fisika, kimia, bioteknologi, dan nanoteknologi. 

Pengajar bisa membuat dan memodifikasi model laboratorium dan menempelkan penilaian dalam laporan yang real-time. Sumber daya yang ada tersedia mulai dari tingkat sekolah dasar hingga keilmuan tingkat tinggi. Molecular Workbench dapat diakses dan diunduh secara cuma-cuma.

  • Praxilabs merepresentasikan institusi pendidikan dan pengajar dengan pustaka besar dari eksperimen fisika dan kimia. Eksperimen yang tersedia mencakup kimia organik dan analitis, dan bisa digunakan tanpa cairan berbahaya secara fisik atau biaya yang tinggi. Fisik mencakup area seperti kelistrikan, mekanik quantum, termodinamis, dan lain sebagainya. Praxilabs dibuat untuk mendorong pelajar lebih interaktif dan engagement yang optimal.
  • Labster menyediakan akses ke pengalaman realistis yang membuat pelajar bereskperimen dan mempraktikkan skill mereka di lingkungan yang ramah dan tanpa risiko. Dengan lebih dari ribuan laboratorium virtual, sekolah-sekolah sekunder dan tersier bisa menonton video secara nyaman untuk pemahaman materi yang lebih baik.

Kesimpulan

Pandemi COVID-19 sedang berlangsung sehingga memaksa akademisi berpikir keras untuk terus berkembang. Dibutuhkan alat yang bisa membuat dan membagi sumber daya ilmu. Jika tidak, akan sangat mahal dan sulit melakukan eksperimen di laboratorium fisik. kini, laboratorium virtual sudah tersedia mulai dari tingkat pendidikan usia dini, sekolah menengah atas, universitas, bahkan ke tingkat lanjut seperti riset.

Bagi Anda yang percaya sains dan kursus keilmuan lainnya tidak bisa diterapkan secara online, sudah terbukti bahwa laboratorium virtual itu nyata adanya, sangat berguna, dan menawarkan sederet tools pembelajaran yang dapat diakses secara remote.

Di Indonesian Cloud, kami menawarkan VReaLab yang dijamin membuat proses belajars sains jadi lebih efektif dan menyenangkan. Melalui teknologi Virtual Reality dan 3D yang interaktif, VRealab membantu pelajar lebih mudah dalam menyerap materi pembelajaran sains. 

Kini, pelajar dapat melakukan eksperimen pada berbagai pelajaran sains seperti fisika, kimia, dan biologi dengan aman di sekolah atau di rumah secara online maupun offline. VReaLab memiliki beragam simulasi sains dan objek 3D yang memudahkan murid sekolah dasar, sekolah menengah pertama, serta sekolah menengah untuk bereksperimen tanpa batas.

Ancaman Cyber Terhadap Kesinambungan Bisnis Anda (Cyber Security and Business Continuity)

Kesinambungan bisnis tengah menjadi fokus para petinggi perusahaan, sebab mereka harus menemukan cara agar semuanya tetap berjalan normal di tengah pandemi COVID-19. Kesinambungan bisnis...

On Premise vs. Cloud: mana infrastruktur IT yang tepat untuk rumah sakit ?

Berbicara tentang Hospital Management Software (HMS), perangkat lunak untuk rumah sakit atau klinik, pilihannya ada banyak untuk menjawab solusi yang beragam. Beberapa rumah sakit...

Share

#Trending

Promosi

Jalani bisnis atau industri anda bersama Indonesian Cloud

Dapatkan tawaran menarik dengan mendaftar ke Newsletter kami.