On Premise vs. Cloud: mana infrastruktur IT yang tepat untuk rumah sakit ?

Berbicara tentang Hospital Management Software (HMS), perangkat lunak untuk rumah sakit atau klinik, pilihannya ada banyak untuk menjawab solusi yang beragam. Beberapa rumah sakit memanfaatkan komputasi awan, sementara ada juga yang menggunakan secara on-premise di rumah sakit. Pertanyaannya adalah, mana pilihan yang terbaik?

Sejak adanya pandemi COVID-19, beban kerja rumah sakit semakin berat. Rumah sakit pun semakin fokus pada tujuan intinya yakni pelayanan pasien, sehingga mereka membutuhkan software yang mampu meringankan beban kerja.

Ketika Anda sedang mempertimbangkan ingin memakai HMS, memilih antara komputasi awan dan on-premise bukanlah hal sederhana. Agar bisa mempergunakan HMS secara optimal yang mampu meringankan beban kerja tenaga medis, penting juga untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan cloud dan on-premise.

Apa Itu HMS?

Secara umum, HMS membantu kebutuhan administrasi rumah sakit seperti finansial, akuntansi, menjaga riwayat pasien secara akurat, hingga penjadwalan konsultasi dokter. HMS juga membantu dalam proses pengambilan keputusan di bangsal mana pasien akan ditempatkan, kapan harus membeli peralatan kesehatan yang dibutuhkan rumah sakit, sehingga konsumen rumah sakit akan mendapatkan perawatan yang tepat. Tak berhenti di situ, HMS dapat mengoptimalkan analisis data sehingga Anda dapat mengoptimmalkan siklus pendapatan dan mengelola tenaga medis dengan tepat.

Banyak rumah sakit yang sudah beralih ke sistem ini dan merasakan bisnis mereka berjalan lebih efisien. Rumah sakit juga dapat mempersiapkan diri secara lebih tepat dari risiko-risiko seperti pandemi COVID-19 dan krisis lainnya.

Software HMS berbasis cloud: Jenis ini menyimpan data di cloud yang bisa diakses seluruh penggunanya via internet. Ini cukup populer karena sangat ramah pengguna, mudah diinstall, dan mudah digunakan. Sistem berbasis cloud didukung oleh pusat data dengan keamanan premium, seperti Cloudflare cloud security, AWS cloud security, dan lain-lain.

HMS on-premise: Dalam jenis ini, seluruh data disimpan secara fisik di tempat terpencil. Manajemen server bisa secara outsource atau merupakan tanggunng jawab administrator internal. Jika internet sedang down, data tetap bisa diakses.

Berikut merupakan sederet tugas yang bisa dikerjakan oleh software HMS:

  • Mengatur database secara luas yang berisi informasi pasien dan tenaga medis.
  • Memastikan level keamanan data.
  • Mengaktifkan akses data dari mana saja.
  • Membuat solusi yang dapat menyederhanakan alur kerja.
  • Memastikan solusi fleksibel yang dapat diperbarui dengan mudah.
  • Memiliki interface yang ramah pengguna.
  • Menemukan solusi yang meminimalkan beban kerja administrator.
  • Mengakses data dan riwayat kesehatan pasien dengan mudah.
  • Mengelola inventaris.

Model Infrastruktur

Cloud HMS membutuhkan jaringan internet untuk mengaksesnya. Database, system software, dan komponen lainnya dirancang untuk spesifikasi yang diinginkan. Cloud terdiri dari public, private, dan hybrid cloud.

Public cloud bisa diakses oleh lebih dari satu perusahaan menggunakan hardware dan perangkat yang sama. Sementara itu, jaringan private cloud dimiliki oleh pihak ketiga dengan server khusus untuk satu customer.

Sama seperti namanya, hybrid cloud memiliki dua fungsionalitas baik public dan private cloud, mulai dari komponen-komponen yang bisa diakses dari public cloud, lalu sisanya dari private cloud.

On-premise atau client-server HMS berada di dalam area rumah sakit dan di-host secara lokal. Tim IT bertanggung jawab untuk menjaganya sehari-hari.

Aksesibilitas Data

Cloud HMS memungkinkan Anda mengaksesnya dari tempat mana saja dan kapan saja. Anda akan diuntungkan dari fleksibilitas kerjanya, dan data tidak terbatas oleh server fisik. Contohlah work from home (WFH) yang populer di kala pandemi, HMS berbasis cloud adalah solusi paling pas.

On-premise HMS hanya bisa diakses di dalam area rumah sakit. Karena itu, penggunaannya terbatas oleh lokasi fisik.

Keamanan dan Keselamatan Data

Di industri kesehatan, kesalahan penanganan data bisa berakibat sangat fatal. Informasi pasien dan riwayat kesehatan harus dijaga dengan sangat hati-hati. Karena itu, software yang menyimpan data sensitif harus sangat dijaga keamanannya.

Terdapat beberapa vendor cloud yang memiliki sistem keamanan kuat. Meskipun ada banyak anggapan cloud kurang aman daripada on-premimse, HSM cloud nyatanya tetap dipercaya banyak rumah sakit.

Dalam hal keamanan, on-premise memiliki kekurangan karena harus dijaga oleh tim IT internal dan mereka harus selama 24 jam mengawasinya. Kelebihannya adalah on-premise sulit untuk diretas.

Memelihara dan Memperbarui HMS

Software HMS berbasis cloud dipelihara secara khusus oleh tim IT sehingga mereka akan dengan mudah menjaganya. Pemeliharaan dan update juga akan lebih mudah. Update software terjadi secara otomatis sehingga meringankan beban kerja staff IT rumah sakit.

HMS on-premise akan sulit dalam hal pemeliharaan mengingat semuanya adalah in-house, mulai dari maintenance hingga kerusakan.

Kesimpulan

Sejatinya masih ada opsi lain selain HMS cloud dan on-premise, akan tetapi keduanya merupakan jenis yang paling banyak digunakan di industri kesehatan. Saatnya bergerak cepat seiring berkembangnya teknologi.

Dari sisi administrasi, mereka harus mengevaluasi kebutuhan manajemen rumah sakit dan memilih software yang sesuai dengan kebutuhan. HMS berbasis cloud adalah solusi yang paling tepat jika kebutuhan utamanya adalah aksesibilitas data dan kemudahan dalam pemeliharaan. Di sisi lain, jenis on-premise HMS sangat tepat untuk para penggunanya yang tech-savvy.

Untuk menunjang kenyamanan serta keamanan, Indonesian Cloud menyediakan layanan private cloud. Anda dapat memilih yang sesuai dengan kebutuhan, sebab kami memiliki VMware, RedHat, hingga Nutanix.

Keuntungan dari private cloud adalah pengoperasiannya yang hanya untuk satu customer, atau dengan kata lain tidak akan digabungkan dengan customer yang lain. Hal ini tentunya memiliki teknis yang khusus, desain cloud yang unik, keamanan yang berlapis-lapis untuk kalangan tertentu sehingga aksesnya tepat guna. Di sinilah fleksibilitas layanan private cloud dari Indonesian Cloud sangat penting.

Mengenal WhatsApp Business API

Interaksi merupakan suatu hal yang penting terlebih pada pelaku bisnis. Perusahaan dan pelanggan pastinya akan saling berhubungan jika pelanggan memiliki kendala atau ingin mengajukan...

WASPADA! LINDUNGI DATA ANDA DARI ANCAMAN HACKER

Pada tahun 2020 di Indonesia telah terjadi beberapa kasus kebocoran data, bahkan hanya dalam kurun waktu 7 bulan saja. Perusahaan yang menjadi target incaran...

Share

#Trending

Promosi

Jalani bisnis atau industri anda bersama Indonesian Cloud

Dapatkan tawaran menarik dengan mendaftar ke Newsletter kami.