Apa itu?

Zero Trust Network Access

Zero Trust Network Access (ZTNA) adalah pendekatan keamanan modern yang menggantikan sistem VPN tradisional dengan model yang lebih ketat: never trust, always verify. Alih-alih memberikan akses jaringan yang luas setelah satu kali login, ZTNA memastikan pengguna hanya bisa menjangkau aplikasi spesifik yang benar-benar mereka butuhkan, menghilangkan risiko pergerakan lateral (lateral movement) sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi tenaga kerja hybrid.

Kenapa Memilih Kami

01

Hentikan Pergerakan Lateral

VPN tradisional memberikan akses penuh ke seluruh jaringan; jika terkompromi, penyerang bisa bergerak bebas. ZTNA membatasi seluruh pergerakan secara ketat hanya pada aplikasi tertentu yang diizinkan.

02

Tingkatkan Performa Akses Remote

VPN merutekan traffic melalui data center pusat yang lambat, menyebabkan koneksi menjadi lambat. ZTNA merutekan traffic langsung ke aplikasi yang dibutuhkan, meningkatkan kecepatan secara signifikan.

03

Sembunyikan Infrastruktur Anda

Endpoint VPN terekspos ke publik, menjadikannya target hacker. ZTNA menyembunyikan infrastruktur Anda sepenuhnya, menciptakan dark network yang tidak terlihat dari internet.

Fitur

Keunggulan Menggunakan Zero Trust Network Access dari Indonesian Cloud

Verifikasi Berbasis Identitas

Setiap permintaan akses dievaluasi secara dinamis dengan re-verifikasi identitas dan kesehatan perangkat secara berkelanjutan, memastikan keamanan tetap terjaga sepanjang sesi berlangsung.

Mikro-Segmentasi di Level Aplikasi

Sistem membatasi akses hanya ke aplikasi yang spesifik, mencegah akses jaringan yang lebih luas dan secara drastis memperkecil radius dampak jika terjadi breach.

Application Cloaking

Aplikasi internal tetap tidak terlihat dari internet; tidak ada port inbound yang perlu dibuka, sehingga permukaan serangan (attack surface) nyaris dieliminasi.

Penilaian Postur Perangkat

Sistem memverifikasi keamanan perangkat sebelum memberikan akses, memeriksa patch OS dan status enkripsi, serta otomatis memblokir atau merekomendasikan remediasi untuk perangkat berisiko.

Akses Tanpa Agent (Agentless)

ZTNA modern mendukung akses berbasis browser; kontraktor dapat menggunakan web client tanpa instalasi software tambahan, tetap aman meski dari perangkat yang tidak dikelola perusahaan.

Visibilitas Terpadu

Admin memiliki kendali penuh atas setiap upaya akses, dengan seluruh log terintegrasi ke sistem SIEM untuk analisis yang komprehensif.

Minimalkan Risiko Akses Tidak Sah

Verifikasi identitas yang berkelanjutan memastikan hanya pengguna dan perangkat yang benar-benar terverifikasi yang bisa masuk, sehingga mengurangi risiko kredensial curian disalahgunakan.

Perkecil Radius Dampak Insiden

Dengan akses yang dibatasi hanya ke aplikasi tertentu, satu akun yang terkompromi tidak lagi berarti seluruh jaringan ikut berisiko.

Kurangi Permukaan Serangan Drastis

Karena aplikasi internal tidak pernah terekspos langsung ke internet, peluang penyerang menemukan celah masuk menjadi jauh lebih kecil dibanding infrastruktur berbasis VPN konvensional.

Cegah Perangkat Berisiko Masuk Jaringan

Pemeriksaan postur perangkat otomatis menyaring perangkat yang tidak memenuhi standar keamanan sebelum sempat terhubung ke aplikasi bisnis Anda.

Akses Aman untuk Kontraktor & Karyawan Remote

Model agentless memudahkan onboarding pihak ketiga atau perangkat BYOD tanpa mengorbankan kontrol keamanan.

Percepat Investigasi & Kepatuhan

Log akses yang terpusat dan terintegrasi ke SIEM mempercepat investigasi insiden sekaligus menyederhanakan pelaporan audit dan compliance.

Frequently Asked Questions

 

Simak pertanyaan yang sering diajukan berikut untuk mengenal lebih jauh solusi, fitur, dan layanan kami.

VPN memberikan akses ke seluruh jaringan begitu terkoneksi, sementara ZTNA hanya memberikan akses ke aplikasi tertentu yang diotorisasi dan secara berkelanjutan memverifikasi konteks akses.

Ya, ZTNA berfungsi untuk konfigurasi on-premise, cloud, maupun hybrid. Konektor internal membangun tunnel outbound yang aman, menghilangkan kebutuhan membuka port firewall.

Tidak, rekomendasinya adalah migrasi bertahap: mulai dengan pilot pada aplikasi kritis, jalankan ZTNA berdampingan dengan VPN yang ada, baru kemudian secara bertahap menghentikan ketergantungan pada VPN.

ZTNA merupakan komponen inti dari SASE; SASE mengonvergensikan keamanan dan akses jaringan dalam satu platform, menjadikan ZTNA titik awal strategis menuju SASE.

Platform berfungsi sebagai authentication proxy untuk sistem legacy, mendukung berbagai protokol seperti RDP atau SSH secara aman.

Diskusikan Kebutuhan Transformasi Digital Anda